Tampilkan postingan dengan label Geothermal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geothermal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

Penambahan lapisan ceramic pada bilah Fan menara pendingin(Ceramic coating for Geothermal power plan- cooling tower fan blades) - 2

Mengganti bilah fan pada menara pendingin dibutuhkan kecermatan agar hasil pekerjaan dan safety berkualitas diperoleh secara bersamaan .Seperti yang tertulis dalam SOP dibutuhkan persiapan yang baik agar skedul waktu pekerjaan efisien.Dimulai dengan persiapan material ,tools,manpower dan alat berat dengan baik.
Persipan yang cermat akan banyak membantu kelancaran pekerjaan.


Dari sisi safety harus diyakinkan semua crew yang trerlibat telah mengerti tahapan pekerjaan serta kemungkinan bahaya yang timbul.Selain mengerti kemungkinan bahaya yang akan timbul seluruh crew juga harus mengerti tetang pengendalian bahaya yang mungkin akan  timbul. Termasuk penggunaan PPE yang sesuai.
                                     
                                                               pre inspection alat berat.

Handling material ,tools dan consumable perlu mendapat perhatian khusus.handling yang tidak baik dapat membawa kerugian materi,waktu bahkan safety.


Penanganan yang tidak cermat dapat merusak blade coating,karena coating belum benar2 kering .
Harus dilakuakn touch-up agar coating dapat bersungsi semestinya.




Blades yang telah di coating, siap untuk di pasang,pemasangan harus sesuai dengan hasil timbangan terahir dan diberi penomoran agar memudahkan identifikasi saat pemasangan.


Membongkar cooling tower baldes yang lama

Bekerja pada ketinggian membutuhkan kecermatan dan ketelitian terhadap safety


Pada operasi pengangkatan blades baru dan lama,cuaca/ angin sangat berpengaruh terhadap pengangkatan hal ini merupakan salah satu concern safety yang harus dicermati.

Rabu, 31 Oktober 2012

Penambahan lapisan ceramic pada bilah Fan menara pendingin(Ceramic coating for Geothermal power plan- cooling tower fan blades)


Setelah 4 tahun   pemakaian ditemukan abrasi di sekitar ujung bilah fan (berbahan komposit) pada menara pendingin (gbr 1&2) , hal ini disebabkan adanya butiran air yang terangkat ke permukaan sehingga mengenai ujung sisi bilah tersebut dan mengikis area samping di mana terdapat velocity aliran udara yang paling cepat.  Ideal nya air telah ditahan oleh drift eleminator sehingga tidak terangkat oleh bilah fan. akan tetapi pada praktek nya masih ada butiran air yang terbawa ke atas.Sehingga sisi bilah  ini menjadi area kritis untuk terjadinya catastropic failure, dikarenakan ada kemungkinan penetrasi air ke dalam bilah fan yang membuat perubahan balance pada fan secara keseluruhan.




Gbr 1
Dalam catatan kami pernah terjadi failur tersebut di tahun 2002, sehingga bilah fan patah dan menghantam drive shaft gearbox dan merusak beberapa kayu support kontruksi menara pendingin. Akibat kejadian ini diperlukan perbaikan 1 minggu , dan kami harus mengurangi kapasitas pendinginan selama perbaikan itu.

Cooling tower blade spec


Di tahun 2002  pada saat itu wayang windu masih dalam pengelolaan UNOCAL, seperti juga Unocal-gn salak dan Unocal sarula . karena kejadian di wayang windu ini rekan2 di Gn.salak melakukan perbaikan dengan memasang stailess steel plate pada sisi bilah sebagai proteksi,akan tetapi kurang berhasil baik karena ada kejadian copot pada plate nya.


Gbr 2


Di tempat  kami yaitu Starenergy geothermal (wayang windu) limited , dilakukan perbaikan dengan cara melapisi kembali bilah ini dengan pelapisan ceramic (ceramic coating). Hal penting yang harus diperhatikan adalah berat bilah setelah di coating tidak melebihi 0.5 kg dari berat  awal nya.selain itu juga harus diperhatikan berat terhadap momen nya ( momen weight) karena ini akan berpengaruh terhadap kesetimbangan (balance) ketika sudah dilakukan pemasangan nya kelak.

Setelah penimbangan baik bilah secara keseluruhan maupun momen nya, diberi penomoran agar saat pemasangan kita dapat "mengawinkan" pasangan bilah dengan berat yang kurang lebih sama atau mendekati dengan plus-minus dibawah 500 gram.



Berikut adalah procedure pemasangan kembali bilah fan setelah perbaikan
(Cooling Tower Fan Blades Assembly Procedure ):

1.      PURPOSE


This procedure is guidance for assembly of cooling tower fan blade, comply with manufacture manual book and on site blades assembly work practical.


2.      SCOPE

This procedure shall apply to Hudson,Tuf Lite II & Tuf Lite III that installing at Cooling Tower Unit I Wayang Windu Power Station.


3.      PROCEDURE

A.    Preparation
·         Conduct safety briefing to all people who involved with the job
·         Perform pre-use inspection for tools and lifting gears that will use.
·         Visually inspection of  blades, fan hub and clamps & bolts from any defect prior to installing
·         Ensure the existing permanent marking in blades, fan hub and clamps are clear and visible
·         Wear appropriate PPE to perform the job

B.     Blades Assembly Work
·         Install bushing on the gearbox output shaft
·         Put eye bolts on fan hub, and use wire sling to lift fan hub.
·         Lift fan hub for 1 meter high, ensure the load are even and safe to be lifted
·         Slide fan hub onto the installed bushing in gearbox output shaft carefully
·         Tighten the bushing holder bolts even and uniformly
·         Remove all attached lifting gear in fan hub
·         Tie the blade with web sling, ensure the load are even and safe to be lifted
·         Lift the blade to the hub, set the clamp to the blade prior to installing to the hub.
·         Slide the blade to the hub horizontally, install clamp bolts and tighten it hand tight only
·         Place the blades and clamps refer to existing permanent marking on the hub
·         Install the 8 set of blades prior to setting
·         Perform the pitch and tracking blade setting work, start with blade no. 1. Use the result of blade no. 1 as a standard or guidance for remain blades
·         Continue the setting the blades  numerical

            ·         All the setting blades value must be within standard
v  Pitch Angle Standard : ± 0.2O Tolerance
v  Tracking                     : Max. 25 mm ( between the highest and lowest blade )
v  Clamp bolts torque    : 125 ft-lb
v  Note : Pitch angle for new and/or rebuild gearbox shall be at 11 degree for the first 500 hrs running. Final setting for the inner cell shall be 12.5 degree (B, C, F, G) and 12 degree for the corner cell (A, D, E, H).

·         Install the seal disc cover after setting blades completed

C.    Documentation
·         Record all setting data’s in CT blade assembly form
·         Attach hard copy of  setting data’s to related WO and put soft copy in share drive
      


4.      REFERENCE

·         Operating & Maintenance Manual vol. 4/41
·         Hudson Installation Manual


Untuk procedure perbaikan akan dibahas kemudian....... 

Bersambung (to be continued)





Sabtu, 20 Oktober 2012

Starenergy Geothermal Wayang Windu Unit II 118 MW FE Turbine Turn around 2012 (2)






Persiapan pengukuran bottom gap , menggunakan lead wire, untuk mendapatkan kondisi gap atas dan bawah secara aktual, setelah pemasangan lead wire upper cassing ditutup dan di bolting  setelah itu kemudian dibuka kembali dan diukur masing masing gap.Berdasar histori ternyata ada perbedaan ketebalan gap ketika sudah di bolting dan sebelum bolting.

Abrasi pada stationary blade terlhat dari garis2 steam path (stg1)

Pada stg 3 pun terlihat abrasion path.


Korosi minor terlihat pada last stage turbine rotor



MCV Servo motor shaft dicoating pada area seal dan area piston nya.Pada saat as found area ini rubbing sehingga oli sedikit bocor .Karena  tidak punya spare sehingga diputuskan untuk dicoating HVOF + fine grinding lama pengerjaan  2 hari . Finding ini terjadi pada juga pada servomotr shaft lain nya.


Area rubbing

setelah di coating , HVOF .




Main basket strainer bersih , tidak ditemuka materi /kotoran yang terbawa oleh steam.Beruntung scruber system berfungsi dengan baik sehingga meningkatkan kualitas steam.Yang dilakukan pada strainer hanya sand blasting dan inspection (NDT,visual dan dimensi)



Gap Pada MOP bearing telah melampaui standard semestinya.Hal ini akan berpengaruh pada pencapaian tekanan oli itu sendiri , Shaf MOP diganti dengan spare berikut bearing nya.


hasil inspection (NDT dan dimensi)Bearing no #1 ,#2,#3,dan#4 bagus !




Bearing journal pada shaft dalam kondisi cukup baik.




(bersambung)

Kamis, 18 Oktober 2012

Starenergy Geothermal Wayang Windu Unit II 118 MW FE Turbine Turn around 2012 (1)



Kegiatan Turn over dimulai tanggal 12 oct 2012.


Pengangkatan Upper casing




Flip over casing , beruntung kami memiliki mobile crane, sehingga pembalikan casing lebih mudah.
dibeberapa power plan lain flip over ini hanya dilakukan 1 crane saja.


Pak Widada (sulzer turbine spv ) sedang memberi aba-aba pada operator crane

MOP(Main Oil Pump) sesaat setelah casing nya di buka, ada masalah dengan Gap dari aksial bearing nya sehingga mempengaruhi banyak nya  putaran(RPM) pada saat energency stop seharus nya 10% dari putaran norma yaitu 3000 rpm, ideal nya turbin harus berhenti pada putaran 3300 rpm.berdasarkan histori turbin berhenti di 3185 rpm.
       

Pengukuran as found alignment , Pak Asep dari sulzer dibantu rekan nya




Rekan dari Fuji electric japan sedang mengapply rubber putty di area sealing SBH


Cetakan rubber putty pada sealing area yang agak sulit di ukur,cetakan ini banyak membantu dalam proses inspeksi.

 
Kondisi Bottom casing, Rim face terkorosi dan abrasi cukup dalam di bagian terparah sampai 10 mm dalam nya.
 Rim face , terabrasi dan korosi

Pengecekan jalur steam untuk meyakinkan jalur steam bersih tampak pak Edi Supriady(production spv) dan Pak Udin (production operator)

Pak Syarifudin Zuhri ( bang Udin) operator spesialis masuk ke area terbatas, termasuk jalur pipa steam.


Temuan yang menarik adalah di area gland steam, korosi parah terjadi hanya di generator side
sementara di MOP side mulus2 saja.



Tampak area groove terabrasi cukup parah ( pemakaian 3 tahun),area yang akan dibersihkan sudah di tandai.

Kondisi grove setelah dibersihkan dengan Baby grinder,agar tidak terjadi patahan ketika sedang beroperasi



bersambung

Jumat, 05 Oktober 2012

12 th SEG-Wayang Windu aniversary ++



Berbarengan dengan peringatan 17 agustus ( waaah telat banget yaa..) diadakan kegiatan memperingati comercial running di Wayang windu geothermal, kegiatan perlombaan "fun" seluruh karyawan dan contractor ini berlangsung tanggal 3 october yang baru lalu.


Kali ini yang bertanggung jawab untuk kegiatan adalah group FAD (field admin) dan SCM .


Yang paling seru kegiatan Ibu2 tarik tambang... bayangkan..!  Ternyata banyak ibu perkasa di wayang windu...... ;)


Kamis, 04 Oktober 2012

Sosialisasi Turn Around Unit II starenergy geothermal wayang windu october 2012



Salah satu risk yang dapat terjadi saat melakukan kegitatan besar seperti overhaul atau Turn Around,adalah komunikasi yang tidak terjalian dengan baik antar Stakeholder termasuk masyarakat sekitar perusahaan itu berada.
Untuk upaya mengeliminasi ini , pada tanggal 4 october 2012 di hotel Citere pangalengan diadakan sosialisasi pada Muspika , pemuka masyarakat,tokoh pemuda dan LSM yang terkait.

Hadir dari SEG WW ,Lukman Indrawan Idat , Aceng Solih dan Ismail hidayat yang memaparkan dengan  jelas kegiatan yang akan dilakuan pada 12 oktober 2012 mendatang tentang rencana TA unit 2 yang rencana nya akan dilakukan dalam 10 hari.


Masyarakat sangat antusias mengikuti sosialisasi,terbukti dengan hangat nya suasana kekeluargaan dalam acara  diskusi sebelum penutupan






Senin, 01 Oktober 2012

Sertifikasi profesi di Lingkungan Geothermal power plant

PLTP IP Darajat

Atas Undangan Himpunan Ahli Pembangkit Tenaga Listrik Indonesia (HAKIT) dari tanggal 25 sept sampai dengan 28 sept 2012, di IP kamojang dan IP Darajat,dilakukan sertifikasi profesi ketenagalistrikan. Dari level 1 sampai 3 untuk pengoperasian dan level 1 untuk perawatan.Dalam even ini saya diundang sebagai assesor pembanding dari SEGWW.(Starenergy Geothermal wayang windu ltd) berikut share mengenai even ini.








Background
Sesuai dengan kesepakatan GATT, AFTA dan APEC bahwa era
perdagangan bebas telah ditetapkan dan akan diberlakukan sebagai
berikut:
• AFTA mulai dilaksanakan pada tahun 2003
• APEC mulai dilaksanakan pada tahun 2020
Era globalisasi dalam lingkup perdagangan bebas antar negara,
membawa dampak ganda, di satu sisi era ini membuka kesempatan
kerjasama yang seluas-luasnya antar negara, namun disisi lain era
itu, membawa persaingan yang semakin tajam dan ketat. Oleh karena
itu, tantangan utama dimasa mendatang adalah meningkatkan daya
saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor industri dan sektor
jasa dengan mengandalkan kemampuan sumber daya manusia
(SDM), teknologi dan manajemen.
Menyadari akan adanya tantangan sekaligus peluang dalam era
global tersebut, atas ajakan dari Departemen Energi dan Sumber
Daya Mineral, Depdiknas, Depnakertrans, KADIN Indonesia,
Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bersama dengan para
asosiasinya bersepakat untuk secara bersama-sama merumuskan
kebijakan dan strategi dalam pengembangan sumber daya manusia
bidang ketenagalistrikan. Sebagai langkah awal telah dibentuk TIM
GABUNGAN SERTIFIKASI TEKNIK Ketenagalistrikan (SATK)*
yang terbagi atas Tim Perumus Standar Kompetensi, Tim Perumus
Pengujian & Sertifikasi, dan Tim Perumus Pengawasan dan Data
Informasi. Ketiga Tim tersebut memiliki tugas pokok dan fungsi
masing-masing, khusus untuk Tim Perumus Standar Kompetensi
tugas pokok dan fungsi utamanya adalah mengembangkan standar
kompetensi, pengembangan kurikulum, pengembangan dan
penyelenggaraan institusi pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan
di Indonesia.
Mengacu pada salah satu tugas pokok dan fungsi, Tim Perumus
Standar Kompetensi TKG-SATK* berupaya mengembangkan Standar

Kompetensi Bidang Keahlian Ketenagalistrikan yang diharapkan
menjadi standar kompetensi bagi profesi ketenagalistrikan di
Indonesia, namun mengingat keterbatasan referensi tentang standar
tersebut agar “Compatible” dengan standar yang berlaku di negara
lain, maka dilakukan pendekatan “Benchmarking, adopt dan adapt”.
Dalam proses pengembangan standar kompetensi dengan
pendekatan “Benchmarking, adopt dan adapt”, Tim Perumus Standar
menggunakan referensi standar-standar kompetensi yang selama ini
telah dipergunakan berbagai negara seperti Jerman, Australia,
Malaysia dan Amerika serta standar-standar yang selama ini dipakai
oleh dari beberapa perusahaan industri/jasa yang terkait dengan
ketenagalistrikan di Indonesia sebagai referensi subtansi utama.
 Para Asesor(kanan ke kiri) :Lokal asesor Pak Muhrom, Asesor Pembanding Lukman Indrawan Idat (SEG-WW) dan  Asesor Diklat Hakit Pak Ahmad, pada acara penutupan.
Objective
Standar Komptensi Bidang Keahlian Ketenagalistrikan diharapkan:
1. Untuk institusi pendidikan dan pelatihan
• Memberikan informasi untuk pengembangan program dan
kurikulum
• Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian,
sertifikasi
2. Untuk dunia usaha/industri dan penggunaan tenaga kerja
• Membantu dalam rekrutmen
• Membantu penilaian unjuk kerja
• Dipakai untuk membuat uraian jabatan
• Untuk mengembangkan program pelatihan yang spesifik
berdasar kebutuhan dunia usaha/industri ketenagalistrikan
3. Untuk institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi
• Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program
sertifikasi sesuai dengan kualifikasi dan levelnya.
• Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian dan
sertifikasi

                                                             Para peserta sertifikasi
LEVEL UNIT KOMPETENSI
Level kompetensi adalah pengelompokan unit-unit kompetensi
berdasarkan pada tingkat kesukaran atau kompleksitas serta tingkat
persyaratan yang harus dipenuhinya. Diskripsi level unit kompetensi
sebagai berikut:


Level 1
Pada level ini seseorang dituntut mampu melaksanakan
tugas/pekerjaan yang bersifat rutin berdasar pada pemahaman
prosedur/instruksi kerja dibawah pengawasan atasan langsung.

Level 2
Pada level ini seseorang dituntut mampu melaksanakan
tugas/pekerjaan yang bersifat rutin berdasar pada penerapan
prosedur/instruksi dan melaksanakan tugas dan pekerjaan yang
menuntut adanya :
• Kemampuan penanggulangan masalah.
• Kemampuan mengajukan gagasan kepada atasan.

Level 3
Pada level ini seseorang dituntut mampu melaksanakan
tugas/pekerjaan yang bersifat rutin berdasar pada prosedur/instruksi
dan melaksanakan tugas dan pekerjaan yang menuntut adanya:
• Kemampuan analisa masalah.
• Kemampuan pemecahan masalah
• Kemampuan mengajukan gagasan kepada atasan.
• Kemampuan koordinasi dan supervisi kepada bawahannya

 
GM UBP Kamojang  Bapak. M. Hanafi Nur Rifai (kanan) ,pada saat acara penutupan.


Berfoto bersama usai penutupan di depan Cooling tower unit 1 kamojang
Sember :
http://www.djlpe.esdm.go.id/